Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

ONE EARTH, MILLION BRAINS

It's 10:45 night here But it's 5:45 afternoon in Austria Some people are sleeping here Some people are preparing for the dinner in Austria I believe there's one girl in America She's just turn 18 today She feels free and happy And also today she decides to be a porn star I believe there's one guy in East Nusa Tenggara He's smoking a cigarette now He feels safe and calm in his balcony And also he is asking about the meaning of life I believe there's an elderly couple in Brazil They are sitting together in the backyard And feels grateful that they can breathe air While talking about their good old days I believe there's a bunch of teenage boys in Australia They are at their own home Chatting via discord and enjoying the game party While their parents are sleeping I believe there's a man out there in Algeria right now Praying to the good God and asking Him  "Please God, I've been trying" And believing there's no one than God that he ca...

UTOPIA

Kau bisa menjadi seorang arsitek Menggunakan imajinasi yang kau punya Tanpa menanggung beratnya dunia Kau bisa menjadi seorang pencuci piring Membasuh keramik-keramik itu hingga bersih Tanpa rasa malu yang kau bawa Kau bisa menjadi seorang yang kerjaannya hanya tidur Tertidur dalam mimpi yang indah  Tanpa suara kecil dari para tetangga Datanglah ke duniaku kapanpun kau mau Tidak perlu takut karena kau tidak memiliki uang Di duniaku kau bisa menjadi apapun Tanpa membawa berat bumi di punggungmu Tak sabar aku melihatmu di sana Kau katakan apa yang kau mau Aku akan memberikannya padamu Lalu kita tertawa melihat diri kita di dunia yang fantastis itu

HANYA SATU

Kita memang beragam Kau, aku, dia, dan pria itu Aku lelah dengan keberagaman Tetapi dunia membosankan jika kita seragam Jika aku bisa memilih Aku akan pilih hanya ada satu kepercayaan Jadi aku bisa mencintaimu dengan tenang Mencintaimu dengan derai angin dan aksi dedaunan

TAKDIR

Bercerita tentang takdir, semakin banyaknya waktu kosong yang saya miliki, semakin banyak pula pikiran yang sama sekali tidak pernah terlintas oleh saya. Sekarang saya memikirkan tentang takdir. Takdir, takdir, dan takdir yang terus melintasi pikiranku. Orang-orang percaya bahwa kita hidup di dunia ini karena takdir, kita meninggal kelak karena takdir, kita bisa bercengkrama dengan kawan lama di sebuah restoran karena kita sudah ditakdirkan untuk bertemu mereka di restoran.   Saya merupakan orang yang percaya bahwa semuanya sudah ada di dalam rencana Tuhan, bagiku tidak ada yang kebetulan. Hal kecil saja seperti bertemu dengan kasir yang menyebalkan itu sudah direncanakan oleh Tuhan, mungkin orang tua akan berkata “biarlah kasir itu menjadi penghapus dosa untuk kita”, mungkin ya mungkin tidak. Namun ada satu hal yang membuatku terus berpikir mengenai takdir. Bercerita mengenai pengalamanku dulu, saya pernah jatuh cinta pada teman sekelas saya hingga bertahun-tahun, saya sungguh...