Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Advocate Planner to Plead Communities

Permulaan Sewaktu saya duduk di bangku SMP, seorang guru yang sempat mengajariku mata pelajaran PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup) pernah berkata “kalau salah satu diantara kalian ada yang menjadi perencana kota, saya harap masih banyak pohon, taman, yang membantu pengurangan polusi yang akan terjadi di Kota Bandung ya, pertahankan pula lahan pertanian yang ada”. Bagaimana pun, apa yang beliau katakan membuatku tertarik dengan dunia perencanaan kota. Bagi orang awam yang tidak mengetahui mengenai perencanaan seperti pemikiranku saat SMP, mendengar kata perencanaan membuatku berfikir tentang gambar, peta, desain, dan walikota. Bergumam pun pertanyaan dalam pikiran bahwa apakah perencanaan hanyalah sebuah rencana? Mengapa perlu adanya perencanaan kota? Apa yang dilakukan oleh seorang perencana? Makna Perencanaan Perlahan manusia mulai menyadari mengenai polusi yang kerap terjadi pada bentala ini. Polusi yang mulai beranjak dari campuran gas yang selalu dihirup manusia, polusi ...

KELUARGA

Aku bersyukur dengan keluarga yang kumiliki Segala kekurangan yang tak bisa kuhindari Sedikit berbicara, banyak menyayangi Tak pernah malu untuk saling mengakui Tuhan memberikan aku surga dunia Tempat segala kejadian suka duka Tak ada rasa dirugikan Atau bahkan kecewa Disitulah tempatku kembali Pelukan hangat dan sentuhan jemari Tidak akan pernah mereka menikai Ketika aku menangis membutuhkan kasih Lalu aku pergi lagi Meninggalkan mereka yang sendiri Berharap aku kembali Tanpa tangis yang ku sesali Sabar Kata yang sering aku dengar Mereka menunggu di depan altar Ku pergi berlari sambil bibirku bergetar

HEY BABE

Gambar
I LOVE YOU LIKE VERY MUCH Xo, Nadila

GA APA APA, TERSERAH.

" Yaudah sih terserah kamu aja" "Ga, aku ga apa-apa". Katamu terserah, tapi yang ku tau kamu menginginkan sesuatu.  Katamu terserah, tapi yang ku tau kamu menginginkan ayam geprek level 5 hingga perutmu kesakitan. Katamu terserah, tapi yang ku tau kamu merasa salah dan malu untuk mengakui bahwa dia benar. Katamu terserah, tapi kau memiliki ide yang lebih baik lagi dalam menyelesaikan masalah ini. Katamu terserah, tapi kau masih mengungkit hal yang tidak kamu dapatkan. Katamu terserah, tapi sebenarnya yang kau maksud ialah "aku sudah muak denganmu". Aku ga apa-apa, padahal kau menangis sendirian mendengarkan lagu death metal semalaman di kamar. Aku ga apa-apa, padahal kau terus memikirkan hal yang sebenarnya tak perlu kau pikirkan. Aku ga apa-apa, padahal banyak sekali hal yang ingin kamu sampaikan padanya hingga kau kehabisan ludah di mulutmu. Aku ga apa-apa, padahal kau terus mencaci maki dia hingga wajahm...