Miss You Grandma

Nadila lagi benar-benar merindukan orang yang Nadila sayaaaaaang banget. Alm Nenek Sa'adah meninggal 4 tahun yang lalu yaitu tanggal 21 September 2009. Nenek merupakan orang yang paling baik setelah mama dan papa yang Nadila kenal. Hubungan Nadila dengan nenek sangat dekat, nenek bagaikan sahabat bagi Nadila.

Teringat sewaktu kecil Nadila pernah mengamuk berkata "nenek mah bodo ade ga mau ngaji", itu merupakan perkataan terkejam yang pernah Nadila ucapkan kepada nenek. Waktu itu Nadila berumur 5 tahun, papa menyuruh Nadila untuk mengaji bersama nenek yang sedang menginap di rumah Nadila. Karena sewaktu itu Nadila merasa tidak ingin mengaji maka Nadila marah dan melempar pensil warna kepada papa dan nenek. Jika mengingat kejadian itu Nadila ingin mencabut perkataan itu dan benar-benar menyesal. Maaf nek, pa..

Tahun demi tahun, Nadila duduk di bangku sekolah dasar dan sudah mulai belajar mengetahui mana yang baik dan yang buruk. Kali ini tidak ada perkataan jelek lagi terhadap nenek, kali ini Nadila merasa bahwa nenek ialah sahabat Nadila. Setiap kali menangis Nadila pasti selalu mengatakan "nenek Garut". Menurut Nadila nenek merupakan orang yang selalu membuat Nadila tenang. Setiap nenek menginap di rumah Nadila nenek selalu berbagi cerita, saran, pencerahan. Tidak lupa juga Nadila dan nenek sering bermain miniatur bersama. suatu cerita yang paling Nadila ingat, saat itu Nadila sedang bermain miniatur, nenek menata rumah-rumah kecil itu, Nadila dan nenek bermain bersama. Teringat raut wajah nenek ketika melihat miniatur orang-orangan Nadila sangatlah seksi, nenek berkata :
Nenek : "Mana orangnya de?"
Nadila : "Ini nek"
Nenek : "HAA meni seksi ga dibajuan"
Kami tertawa bersama melihat miniatur itu. Sampai beberapa hari kemudian Nadila tidak menghancurkan rumah-rumahan yang ditata oleh nenek, hingga Nadila bertemu nenek lagi di rumah saudara Nadila, Nadila berkata "Nek, tau ga rumahan-rumahannya sama ade ga diberesin lagi da", raut wajah itu kembali, dan lagi nenek terkejut sambil tertawa. Saat Nadila pulang dengan menggunakan mobil, Nadila terus melihat ke belakang, melihat Nenek yang masih diam di depan rumah menunggu hingga mobil Nadila tidak terlihat lagi. Nadila ingin menangis jika mengingat kejadian ini. Melihat nenek yang semakin jauh dari pandangan Nadila membuat Nadila ingin kembali mendekati nenek.

Sewaktu SD juga Nadila memiliki panggilan spesial buat nenek, Nadila menyebut nenek dengan sebutan 'ema rupa-rupa', mengapa 'ema rupa-rupa'? Sebab setiap nenek menginap di rumah Nadila nenek selalu membuat rupa-rupa makanan seperti, wulen, aliagrem, dan cheesstick kesukaan Nadila, memang ke-3 makanan itu paling enak jika nenek yang membuatnya.

Kelulusan SD tiba, nenek selalu mendoakan Nadila agar UASBN Nadila lancar, Nadila selalu menelepon nenek untuk meminta doanya. Ketika pengumuman UASBN di buka.... Nadila dan nenek bertemu di acara keluarga, nenek langsung mencium pipi Nadila dan memeluk Nadila dengan erat. Nenek berkata "Uuuuu nenek meni seneng ade dapat NEM gede, nenek mah suka ngadoa ke ade terus ke cucu yang lain juga". Nadila melihat tangis terharu nenek. Begitu juga saat Nadila pulang, nenek memeluk Nadila lagi dan berkata "kalo aja ga ada papait de jadi bisa lama ketemu, nenek teh kangen" dan lagi nenek menangis.

GIFT
Nadila berlibur di Garut selama satu minggu, sewaktu itu hanya Nadila cucu yang berlibur di Garut. Salah satu paman Nadila baru pulang dari China setelah bekerja selama beberapa bulan di sana, dia membawa banyak oleh-oleh buat sanak saudara. Ada satu baju tradisional dari China yang ukurannya untuk anak remaja. Nadila tau cucu perempuan yang seumuran dengan Nadila tidak hanya ada satu, melainkan 4 lah sekitar. Sewaktu itu Nadila diam di kamar nenek, nenek masuk dan membawa baju tradisional China itu, nenek berkata "De, ini buat ade aja daripada ke yang lain, sok berdua sama si teteh kalau cukup, da nenek teh sayang pisan ke ade" kata-kata itu masih teringat jelas di pikiran Nadila.

Nenek memang dikenal dengan orang yang senang berbagi, setiap pagi nenek pergi ke balong untuk memberi makan ikan, tidak lupa juga nenek selalu memberi makan pada orang gila yang selalu melewati rumah nenek. Selain itu nenek merupakan orang yang paling sabar yang pernah Nadila ketahui, orang yang baik, selalu berbagi, ga tegaan juga, nenek merupakan orang yang Nadila contohi dalam kehidupan.

Lebaran 2009 tiba, pada saat itu tanggal 20 September 2009, nenek mengeluh perutnya kesakitan hingga esok hari 21 September nenek dirawat di Rumah Sakit Guntur Garut. Nadila yang saat itu baru tiba langsung menuju rumah sakit. Nenek terlihat lemas sekali, beliau menggunakan kanula untuk membantu bernafas. Pada saat itu sebagian keluarga menunggu di rumah sakit, sedangkan sebagiannya lagi menunggu di rumah. Siang harinya nenek berhenti bernafas, Allah memanggil nenek. Jelas semua saudara yang menunggu di rumah sakit maupun di rumah merasa sedih. Sedih saat mencium kening nenek. Sedih saat melihat nenek meninggalkan kami semua dengan raut muka yang tersenyum. Sorenya nenek dimandikan, Nadila ikut memandikan nenek. Nadila mencoba untuk tegar. Sungguh berat rasanya....

Malam harinya tante Nadila bercerita kepada semuanya setelah mebaca Yassin di rumah, "Ku Heni teh tos dibejaan, 'ema buka puasa heula atuh'. Ceuk ema teh 'kela ah keur nyieun aliagrem heula jeung de Dilla (Nadila), de Dilla resepeun engke bade kadieu'". Mungkin nenek telat makan hingga perutnya sakit. Nadila merasa bersalah kalau Nadila menyukai aliagrem buatan nenek.....

Dari kejadian itu Nadila merasa sedih jika meilhat aliagrem, semenjak nenek meninggal Nadila TIDAK PERNAH makan aliagrem lagi.

Bentar lagi mau lebaran nek, maafin ade yaa. Ade kangen sama nenek, makasih juga nenek suka datang ke mimpi ade, ade tau nenek juga kangen sama ade. Ade sayang banget sama nenek. Ade selalu berdoa agar nene diterima di sisi-Nya. Maafin ade ne, ade selalu mengingat nenek.

Ade sayang nenek.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THINGS I'VE LEARNED IN LIFE

AND IF I DIE - NADIF EDIE DOING THIS FOR FUN, WHO IS NADIF EDIE THO?

SURAT TANPA AMPLOP UNTUK NADILA