BAB 4 PENUTUP

BAB IV
PENUTUP


Penutup dalam kisah bintang yang bertaburan.

sumber foto: thenightsky.com


Langit gelapku dipenuhi dengan bintang-bintang bertebaran. Ku sebut konstelasi bintang bertaburan. Konstelasi bintang ini paling terang dibandingkan konstelasi yang lainnya. Langkitku kala itu sangat gelap. Konstelasi bintang lainnya tidak cukup menerangi langitku saat itu. Hanya konstelasi bintang bertaburan yang bisa menerangi hingga malam terasa siang.

Saat itu kami gemar menghitung dan terus melihat apa ada bintang baru pada konstelasi bintang bertaburan yang aku bagikan juga padamu. Saat itu kami berharap bintang-bintang tetap menyala hingga waktu yang ditentukan oleh Pencipta Yang Agung. Saat itu pula aku percaya bahwa bintang-bintang itu akan tetap menyala memberikan cahaya pada langit gelapku.

Perlahan-lahan, satu-satu, waktu demi waktu, bintang-bintang itu mulai meredup. Kami tidak pernah melihat bintang itu lagi. Salah... Maksudku, kamu yang tidak pernah melihat bintang itu lagi dan tidak pernah berharap bintang itu akan tetap menyala. Aku terus menghitung, berusaha agar bintang-bintang itu tetap menyala di langit gelapku. Aku melihat konstelasi itu lambat laun tidak berhubungan lagi, banyak sekali bintang yang meredup dan menjadi rasi yang terputus-putus.

Tahun demi tahun, konstelasi itu hanya tersisa satu bintang. Bintang itu mulai sekarat. Cahayanya melemah, sangat lemah hingga aku sulit untuk melihatnya. Konstelasi bintang bertaburan sudah mulai tergantikan oleh konstelasi bintang lainnya. Saat ini konstelasi bintang ketawa yang menang dan paling terang. Aku sangat menyayangkan kalau konstelasi bintang bertaburan atau konstelasi pelipuranku itu harus redup dan tersisa satu. Lalu kau datang padaku, katamu "mari kita redupkan satu bintang terakhir". Sedih... tapi apa daya, bintang terakhir itu pun tak sanggup aku lihat karena terus berkelap-kelip melemah seperi manusia lanjut usia, seperti orang sekarat yang berharap mati. 

Kami meredupkan bintang terakhir yang pernah paling bersinar di langit gelapku. Biarkan mereka meredup dan terus tetap pada formasinya. Ya memang ku tak bisa lagi melihat konstelasi bintang bertaburan, namun aku yakin kisah konstelasi bintang itu terus melayang di langit gelapku, menjadi kenangan, dan..... sulit untuk dilupakan.

Inilah kisah akhir dari konstelasi bintang yang dulu pernah paling terang di langit gelapku. Bagian ini merupakan bagian penutup yang menurutku menyenangkan sekaligus menyedihkan. Aku hargai maksudmu, aku percaya bahwa bintang terakhir bahagia jika dia sudah meredup selamanya. Karena ini memang jalan hidup kami, ini jalan akhir konstelasi bintang bertaburan yang dulu pernah bersinar paling terang di langit gelapku.


Dari aku yang menyimpan konstelasi bintang bertaburan yang redup itu.


XOXO, Nadila

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THINGS I'VE LEARNED IN LIFE

AND IF I DIE - NADIF EDIE DOING THIS FOR FUN, WHO IS NADIF EDIE THO?

SURAT TANPA AMPLOP UNTUK NADILA