GA APA APA, TERSERAH.
"Yaudah sih terserah kamu aja"
"Ga, aku ga apa-apa".
Katamu terserah, tapi yang ku tau kamu menginginkan sesuatu.
Katamu terserah, tapi yang ku tau kamu menginginkan ayam geprek level 5 hingga perutmu kesakitan.
Katamu terserah, tapi yang ku tau kamu merasa salah dan malu untuk mengakui bahwa dia benar.
Katamu terserah, tapi kau memiliki ide yang lebih baik lagi dalam menyelesaikan masalah ini.
Katamu terserah, tapi kau masih mengungkit hal yang tidak kamu dapatkan.
Katamu terserah, tapi sebenarnya yang kau maksud ialah "aku sudah muak denganmu".
Aku ga apa-apa, padahal kau menangis sendirian mendengarkan lagu death metal semalaman di kamar.
Aku ga apa-apa, padahal kau terus memikirkan hal yang sebenarnya tak perlu kau pikirkan.
Aku ga apa-apa, padahal banyak sekali hal yang ingin kamu sampaikan padanya hingga kau kehabisan ludah di mulutmu.
Aku ga apa-apa, padahal kau terus mencaci maki dia hingga wajahmu menjadi gelap.
Aku ga apa-apa, padahal dalam hati ada penyesalan yang tidak bisa kamu lupakan dan kamu ubah.
Sayang, sungguh sayang, mengapa kamu tidak berbicara apa yang ingin kau utarakan?
Mengapa kau begitu bungkam padahal kamu menginginkan sesuatu. Apa kau berfikir tidak ada orang yang perduli dengan kamu?
Persetan dengan semuanya. Aku perduli, sangat perduli, namun sayangnya kau terkadang buta dengan keberadaanku. Mendengar hanya saja tidak dipertimbangkan. Melihat namun menganggap tidak ada. Mulai sekarang, berbicara lah apa yang kau inginkan dengan baik. Mereka tidak perduli? Masa bodo, yang terpenting ialah kamu telah mengungkapkan apa yang kamu inginkan, berharap mereka mempertimbangkannya. Jika tidak, deal with it.
Xoxo, Nadila J. Islamiaty
Komentar
Posting Komentar