ORANG DEWASA ITU SULIT

 11 Februari 2021

"Orang dewasa itu sulit", pikirku sewaktu aku masih menjadi bocah yang bahkan belum mengerti mengenai pajak dan pembayaran BPJS.

Melekat sekali pikiran itu dalam otak ku hingga kini, betapa aku benci melihat orang dewasa terus mengeluh di setiap harinya. "Kenapa sih orang dewasa gampang cape? Sedikit-sedikit bilang aduh atau cape". Acap kali aku mendengar keluhan ke-dua orangtua ku mengenai betapa mereka merasa lelah, pegal, mengantuk, atau bahkan "pengen istirahat aja dulu". Aku melihat orang dewasa itu lemah sekali, baru jam 10 pagi saja mereka sudah merasa mengantuk, sehabis sahur di bulan ramadhan mereka langsung tertidur karena katanya mereka mengantuk. Payah sekali orang dewasa.

Lalu aku teringat suatu ketika aku bertanya apa yang diinginkan dari orang dewasa pada pamanku, dan beliau menjawab "bahagia". Lagi, aku heran dengan orang dewasa. "BAHAGIA?" tanyaku dengan nada kaget, "memangnya sekarang om ga bahagia?".

Orang dewasa itu memang aneh, bagaimana mungkin mereka tidak bahagia dengan keberadaan orang sekitar, makanan yang mereka punya, bahkan percakapan yang kita miliki saat itu terdengar membahagiakan bagiku.

Rasanya aneh sekali buat ku yang masih kecil mengetahui bahwa orang dewasa sulit mencari kebahagiaan, bahkan aku ingat ayahku saat itu sedang membaca koran dan pada suatu kolom ada opini mengenai bagaimana caranya untuk bahagia. Sesulit itu kah untuk menjadi bahagia? Bahagia yang bagaimanakah yang orang dewasa ukur sebenarnya?

Orang dewasa memang sulit sekali untuk dipahami oleh anak kecil.

Setelah dewasa aku mengerti sulitnya menjadi orang dewasa berbanding lurus dengan mengetahui bahwa hidup tidak lah semudah yang dikira anak kecil. Di balik layar aku pun berpikir, terkadang kita membutuhkan our inner child untuk menjustifikasikan bahwa sebenarnya hidup itu sederhana, bahagia itu sederhana, mencintai itu sederhana. Hal yang terkadang membuat hidup sulit ialah diri kita sendiri. Ada kalanya kita tidak pernah merasa puas dan membandingkan hidup kita dengan orang lain yang mengakibatkan kita merasa kurang bahagia. Orang dewasa pun terkadang tenggelam dalam ilusi, mereka lupa akan hidup untuk saat ini sehingga mereka merasa hidup itu sulit.

Putar balikan otak, aku sering berkomunikasi dengan diriku yang lalu, membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Nadila 14 tahun yang lalu jika dia berada pada posisi ini, atau Nadila 2 bulan yang lalu. Sejenak berpindah pada masa lalu, menjadi diri kita yang lalu untuk merefleksikan diri sendiri.

Menjadi anak kecil itu mudah, mereka tidak perlu alasan untuk mencintai, mereka menjalani hidupnya saat ini, dan merasa bahagia dengan apa yang mereka miliki.

Xoxo, Nadila.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

THINGS I'VE LEARNED IN LIFE

AND IF I DIE - NADIF EDIE DOING THIS FOR FUN, WHO IS NADIF EDIE THO?

SURAT TANPA AMPLOP UNTUK NADILA